CILACAP - Bencana alam tanah bergerak di Desa Sudimara, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap berdampak pada rusaknya gedung sekolah dan hal ini menganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.
Daryanti, S.Pd Kepala Sekolah PAUD KB IBNU KHOLDUN menyampaikan, bahwa tanah bergerak ya termasuk yang berdampak tempat belajarnya, dan kami selaku kepala sekolah dan Pengajar merasa tidak nyaman setiap hari pembelajaran.
"Jadi kami dari PAUD mengusulkan kepada Yayasan, kita itu meminta untuk diberi tempat sementara untuk kegiatan belajar mengajar. Jadi kami menempati kelas 9 MTS IBNU KHOLDUN."jelasnya kepada cilacapnews.com Senin, (09/02/2026).
Ia menambahkan, harapan kami sendiri dengan adanya tanah bergerak otomatis kan PAUD-nya terganggu, maka berharap untuk segera dibuatkan lokal, fasilitas yang baru dan biar kami nyaman dalam kegiatan belajar mengajar.
"kami mengharapkan ke pemerintah untuk segera ada perhatian untuk merenovasi ataupun bangunan baru karena banyak lahan yang kosong disini buat pembangunan PAUD."harapnya.
Sementara itu, Korwil P dan K kecamatan Cimanggu, Eko Sartono, S.Ag, MM menyampaikan, bahwa gafik proses rekrutmen siswa dari tahun ke tahun memang banyak peningkatan yang signifikan berarti respon masyarakat cukup bagus dan berharap untuk dipertahankan.
Lebih lanjut ia menyampaikan, namun karena situasi dan kondisi memang tanah wakaf yang dimiliki oleh IBNU KHOLDUN cukup tidak kokoh alias labil maka beberapa minggu kebelakang dengan derasnya hujan dan memang basis tanahnya itu lentur sehingga mengakibatkan gedung PAUD yang tadi nyaman dan sedikit agak kuat tergeser desakan dari gedung MTS IBNU KHOLDUN yang secara jarak cukup dekat dengan bergeser tanah secara otomatis kedua gedung itu menjadi salah satu korban tanah bergerak.
"Harapan kami pihak Korwil, kami sudah turun ke lapangan dari pihak pendidik juga sudah turun memberikan bantuan beberapa untuk penanganan stimulasi rangsangan sementara, minimal meminimalisir kerusakan."jelasnya
Ia menambahkan, kami sudah mengimbau kepada kepala sekolah untuk menurunkan genteng dan atapnya sehingga diharapkan nanti ketika ada pergeseran tanah yang lebih keras lagi posisi genteng dan atap bisa diselamatkan.
Kemudian yang selanjutnya berharap juga kepada para Penentu kebijakan dari sisi penganggaran bisa memberikan bantuan baik dari APBD 1, APBD 2 maupun APBN. Karena pentingnya fasilitas ruangan, maka minimalnya bisa dilanjut membuat atau merehab, baik itu lewat revitalisasi maupun lewat aspirasi dan lain sebagainya.
"Hai itu mungkin harapan kami, dan kami yakin dan percaya dengan jumlah menurutnya cukup banyak kita tidak bisa menutup mata bahwa penting untuk ada pembenahan, karena pemenang merupakan bentuk komitmen kita dan maka kita bersinergi antara yayasan dan pihak menentukan kebijakan yang memungkinkan bisa membantu yayasan tersebut khususnya IBNU KHOLDUN."pungkasnya.






