-->

Notification

×

Santri Ponpes Modern ZISS Cilongok Tewas Tenggelam di Curug Kanesia Baturraden

12 Mei 2026 | Mei 12, 2026 WIB Last Updated 2026-05-12T11:26:26Z


BANYUMAS – Sebuah tragedi tak terduga menimpa kegiatan outbound penutupan Dauroh Quran yang diikuti oleh rombongan siswa-siswi Ponpes Modern ZISS Cilongok di Curug Kanesia, Desa Karangmangu, Kecamatan Baturraden, pada Selasa (12/5/2026). Seorang siswi bernama Annindita Elvareta Lisanda, 17 tahun, beragama Islam dan duduk di kelas XII, dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tenggelam di lokasi wisata tersebut. Korban beralamat di Desa Pahonjean, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.

 

Kronologi Kejadian : Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari saksi mata dan pengelola wisata, peristiwa bermula sekitar pukul 08.30 WIB, ketika rombongan yang berjumlah 22 orang — terdiri dari 18 siswa dan 4 orang guru serta ustadzah — berangkat dari asrama menuju Curug Kanesia untuk melaksanakan rangkaian acara penutupan kegiatan keagamaan mereka. Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, kemudian langsung melaksanakan kegiatan dengan turun ke area perairan dan berkeliling menikmati suasana curug.

 

Sekitar pukul 09.15 WIB, sebanyak lima orang siswa termasuk korban berdiri di depan air terjun untuk berfoto bersama, di mana posisi mereka saat itu berdiri di area dengan ketinggian air setinggi pinggang orang dewasa. Meski secara umum arus di tempat ini tidak deras, pada saat kejadian arus air tiba-tiba terasa cukup kuat. Salah satu siswa di antara kelima orang tersebut kehilangan keseimbangan, yang kemudian membuat semuanya ikut terjatuh dan terseret aliran air menuju bagian tengah perairan yang lebih dalam.

 

Mendengar teriakan minta tolong, dua orang saksi mata yang juga merupakan teman sekorban, yaitu Adawa, 16 tahun, siswa kelas XII asal Desa Bakurejo, Kabupaten Purworejo, dan Zaskia Ayabila, 18 tahun, siswi kelas XII beralamat di Jalan Kalibener Gang 1 RT 03/08 Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur, segera berlari memanggil dan melaporkan kejadian kepada pihak pengelola wisata. Tanpa menunggu lama, petugas pengelola segera melemparkan alat bantu pelampung ke arah kelima siswa tersebut. Empat orang siswa berhasil meraih pertolongan dan selamat ditarik ke tepi, namun nasib berbeda dialami oleh Annindita. Korban diketahui tidak pandai berenang dan tubuhnya semakin terseret derasnya aliran air ke bagian yang lebih dalam hingga akhirnya hilang di permukaan air dan tenggelam.

 

Proses Evakuasi setelah kejadian, pihak pengelola melaporkan insiden tersebut kepada tim pencarian dan pertolongan dari Basarnas, BPBD Kabupaten Banyumas, serta petugas kepolisian dari Polsek Baturraden. Tim gabungan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 09.45 WIB dan langsung meluncurkan operasi pencarian dengan mengerahkan tim penyelam untuk menelusuri bagian dasar Curug Kanesia.

 

Setelah pencarian yang berlangsung selama kurang lebih 30 menit, korban berhasil ditemukan oleh tim penyelam tepatnya pada pukul 10.17 WIB. Tubuh korban langsung diangkat ke tepi dan diberikan pertolongan pertama sebelum segera dilarikan ke Rumah Sakit Margono Soekardjo Purwokerto untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

 

Hasil Pemeriksaan Medis, Setelah tiba di rumah sakit, tim dokter yang terdiri dari dr. Ahmad Latif, dr. Rahadian Farhan, dr. Ahmad Yose Rizal, dan dr. Tomi Aji Kurniawan — yang juga didampingi tenaga medis dari Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto — segera melakukan pemeriksaan mendalam. Hasilnya menyatakan bahwa nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.

 

Berdasarkan pemeriksaan luar yang dilakukan, ditemukan sejumlah tanda fisik pada tubuh korban Tinggi badan tercatat 155 cm, Terdapat memar atau pembengkakan darah di bagian belakang kepala, Keluarnya darah dari lubang hidung sebelah kanan, Terdapat busa yang keluar dari lubang hidung sebelah kanan, Bagian lidah terlihat tergigit.

 

Saat ini, pihak keluarga korban telah diberitahu mengenai kabar duka tersebut dan telah tiba di rumah sakit untuk mengurus proses pemulangan jenazah. Sementara itu, manajemen pengelola Curug Kanesia telah mengambil keputusan untuk menutup sementara akses dan kegiatan wisata di lokasi tersebut guna mendukung proses penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwajib dan mengevaluasi kembali aspek keamanan bagi seluruh pengunjung.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengunjung dan pengelola tempat wisata alam untuk selalu mengutamakan faktor keamanan, mematuhi rambu dan peringatan yang ada, serta waspada terhadap perubahan kondisi alam yang sewaktu-waktu dapat berubah meski tempat tersebut terlihat aman dan tenang.

×
Berita Terbaru Update