-->

Notification

×

Tradisi Rasulan Wonosari Gunung Kidul, Ratusan Warga Arak Gunungan Hasil Bumi

30 September 2026 | September 30, 2026 WIB Last Updated 2026-09-30T11:43:48Z


GUNUNGKIDUL -  Ratusan warga Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, kembali menggelar upacara adat Rasulan (Bersih Desa) sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas melimpahnya hasil panen dan permohonan keselamatan bagi seluruh masyarakat. Rabu,(30/09/2026).


Tradisi tahunan yang sarat akan nilai budaya dan gotong royong ini menyedot perhatian masyarakat setempat serta wisatawan. Acara diawali dengan kegiatan kerja bakti pembersihan lingkungan, yang kemudian dilanjutkan dengan puncak prosesi berupa Kirab Gunungan hasil bumi.


Dalam prosesi kirab, warga dari berbagai padukuhan mengarak gunungan yang disusun rapi dari sayur-mayur, buah-buahan, serta makanan tradisional seperti nasi tumpeng dan ingkung ayam. Kirab ini melambangkan kesuburan tanah Gunungkidul dan kebersamaan warga. Setelah diarak, gunungan tersebut didoakan bersama dalam acara kenduri sebelum akhirnya dibagikan kepada masyarakat.


Lurah setempat menyampaikan bahwa Rasulan bukan sekadar pesta rakyat, melainkan warisan leluhur yang harus terus dijaga. 


"Tradisi ini adalah wujud nyata rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah hasil panen. Selain itu, Rasulan menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, memupuk semangat gotong royong, dan melestarikan seni budaya lokal di tengah era modern," ujarnya.


Kemeriahan Rasulan tahun ini ditutup dengan berbagai panggung hiburan rakyat dan pentas seni budaya, termasuk pertunjukan reog, jathilan, serta pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang menjadi magnet bagi warga untuk berkumpul hingga akhir acara.


Melalui penyelenggaraan upacara adat ini, Pemerintah Kalurahan bersama masyarakat berharap kemakmuran, kedamaian, dan kesejahteraan selalu menyertai seluruh warga Wonosari, Gunungkidul, di musim-musim tanam berikutnya.


×
Berita Terbaru Update